29
Jan
11

Blog Musik, Olahraga dan Seni

25
Feb
08

PP Tentang Hak Cipta Segera Terbit  

Jakarta, (Analisa)

Peraturan Pemerintah (PP) tentang besarnya royalty dan kontrol teknologi terhadap menejemen hak pencipta musik akan segera diterbitkan dalam waktu dekat, sebagai implementasi dari Undang Undang (UU) No 19/2002 tentang Hak Cipta.

“Pembuatan PP itu telah dijanjikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sebegai implementasi UU No 19/2002 tentang Hak Cipta,” kata Ketua Umum Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (Pappri) Drs Dharma Oratmangun Msi, saat menemui Dewan Penasihat Pappri HR Agung Laksono di ruang kerja Ketua DPR Jakarta, Selasa, terkait persiapan pengukuhan pengurus Pappri periode 2007-2011

Dharma menjelaskan, penerbitan PP tentang besarnya royalti dan kontrol teknologi terhadap manajemen hak cipta sudah lama dinantikan karena berkaitan langsung dengan upaya restrukturisi industri musik rekaman Indonesia.

“Pappri menyabut baik yang sudah merespon keinginan Pappri untuk segera menerbitkan PP tersebut, demi perbaikan nasib seniman musik dan industri musik rekaman Indonesia,” kata Dharma Oratmangun yang saat itu didampingi Ketua Badan Anti Pelanggaran Hak Cipta Pappri Fredy Sasa dan pencipta lagu Rame Rame Georgia Leiwakabassy.

Menurut dia, untuk percepatan penerbitan PP itu Presiden menyarankan kepada Pappri untuk segera mengkoordinasikan dengan menteri-menteri terkait, seperti Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian dan Menteri Hukum dan HAM.

“Atas instruksi Presiden itu, saya langsung menghadap Menkum dan HAM Andi Matalatta, Dirjen HAKI Andi Someng, Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian. Pada prisipnya para menteri itu mendukung keinginan Presiden yang akan membuatkan PP tersebut,” katanya.

Menteri Perindustrian meminta kepada Pappri untuk menyiapkan draft sistem kontrol teknologi manajemen hak cipta untuk kemudian dikoorninasikan dengan berbagai departemen terkait. Terkait draft yang diminta Departemen Perindustrian, Pappri sudah sangat siap karena Pappri sudah melakukan studi banding ke sejumlah negara, seperti Jepang, Belanda. Pappri juga sudah punya kajian-kajian lain seperti hak cipta dan kontrol teknologi tersebut.

Penerbitan PP tersebut memiliki dua arti penting bagi Pappri, yaitu upaya penataan industri musik rekaman Indonesia melalui restrukturisasi tidak lagi sekedar wacana, tetapi menjadi kenyataan dan hak para pencipta lagu akan dibayarkan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

PP tersebut diharapkan sudah dapat efektif saat peluncuran sejumlah lagu ciptaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang saat ini sedang digarap oleh Pappri, selaku pihak yang dipercayakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengelola produksi, penjualan dan royaltinya.

“Lagu-lagu karya cipta Presiden Yudhyono itu bagus dan memenuhi syarat dengan sentuhan pop. Karya Presiden itu menjadi karya cipta lagu pertama yang masuk dalam strukturisasi perindustrian musik rekaman Indonesia. Kita harapkan model royalti yang nanti kita terapkan sesuai dengan UU,” katanya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menyerahkan kepada Pappri untuk mengelola royalti lagu-lagu karya ciptanya untuk kepentingan sosial, seperti untuk bantuan bagi anggota Pappri serta untuk kegiatan peningkatan mutu Pappri.

Dewan Penasihat Pappri HR Agung Laksono juga menyambut baik respon Presiden tersebut karena dengan kelahiran PP tersebut industri musik Indonesia akan tertata dengan baik dan royalti para pemilik hak cipta akan dibayar sesuai peraturan yang berlaku.

“Sebagai Ketua DPR, saya senantiasa mendorong percepatan penerbitan PP tersebut. Kalau pemerintah menjalankan UU dengan baik, maka fungsi kontrol DPR akan dapat men-support pemerintah dalam melakukan restrukturisasi industri musik,” kata Agung. (Ant)

22
Feb
08

Penerima Nugraha Bakti Musik Indonesia

Penerima NBMI 2006

PRANADJAYA
Alm. Pranadjaya yang lahir di Kemetiran, Jogyakarta pada hari rabu, tanggal 11 Desember 1929, terlahir dengan nama Pranowo Djojodonoto. Selain mempunyai bakat seni vocal yang sangat menonjol terutama pada lagu-lagu seriosa, beliau juga seorang pejuang. Beliau pernah bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat ( BKR ) Batalyon XV Jogya dengan pangkat letnan I pada antara tahun 1945-1947 dalam perang melawan Belanda.
Pendidikan :
Setelah lulus dari VHO ( Voorbereiding voor Hoger Onderwijs ) di Jogya, pada tahun 1952, menuruti permintaan ayahnya, beliau mengikuti kursus Pamong Praja Kementrian Dalam Negeri di Malang. Setelah lulus, beliau ditugaskan ke Jakarta dan bekerja di Kantor Wilayah Departemen Dalam Negeri ( Kanwil Depdagri ) yang kemudian mendapatkan bea siswa untuk melanjutkan studi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gajah Mada ( Fisipol-UGM ) Jogyakarta.
Kontribusi dan Karir :
Kontribusi beliau terhadap musik Indonesia sangatlah besar, terutama sebagai guru vocal dan paduan suara, beliau telah banyak mencetak penyanyi handal Indonesia melalui Bina Vokalia pimpinan beliau yang juga disiarkan sebagai sebuah acara di TVRI dari tahun 1972-1990 dan beberapa asuhan beliau dapat meraih penghargaan pada festival – festival paduan suara di tingkat Internasional. Sedangkan prestasi beliau sendiri, beberapa kali menjadi juara Bintang Radio Tingkat Nasional yaitu pada tahun 1954, 1955, 1956, dan 1957. penghargaan dari pemerintahan R.I. pernah diterimanya pada tahun 1996.

PAK KASUR
Pendidikan & Perjuangan :
Pak Kasur yang seniman musik dan pandidik, terlahir dengan nama Surjono, lahir di Serayu, Purbalingga – Kab Banyumas – Jawa Tengah pada tanggal 26 Juli 1912, pernah mengenyam pendidikan pada Hollands Inlandse Kweekschool ( HIK ) semacam sekolah guru berbahasa Belanda. Baru mengajar sebagai guru SD selama lima tahun ( 1937 – 1942 ), profesinya sebagai guru harus pula diselingi membantu perjuangan rakyat melawan Belanda selama Revolusi Kemerdekaan ( 1945 – 1950 ).
Pengabdian & Kontribusi :
Cinta kepada anak-anak khususnya anak-anak di bawah umur lima tahun ( balita ) dan cinta kepada pendidikan, merupakan dua factor pendorong kuat yang menyebabkan Pak Kasur boleh dikatakan telah mengabdikan seluruh masa hidupnya pada pendidikan khususnya pendidikan anak-anak balita.
Taman Kanak-Kanak Pak Kasur Setia Balita yang didirikan beliau, sampai kini masih eksis dan terus berkembang. Yang lebih spesifik dari perjuangan Pak Kasur adalah bahwa beliau dalam menanamkan pendidikan anak diantaranya dengan menggunakan musik sebagai medianya, melalui beberapa lagu ciptaanya seperti Jika Aku Besar Nanti, Dua Mata Saya, Jika ‘ku Sekolah Nanti, Sayang Semua, Kebunku, Naik Delman, dan sejumlah lagu lainnya.
Sebagai factor penunjang bias kita sebutkan sifat-sifat Pak KAsur sebagai orang yang serba bias, gampang bergaul denan siapa saja lebih-lebih dengan anak-anak usia TK. Lagipula semua potensi yang ada pada Pak Kasur seperti melukis, menyanyi, dan menari.

BUBI CHEN
TAN KOAN DJIEN ( CHEN KUAN REN ) atau yang kita lebih kenal dengan nama BUBI CHEN. Lahir di Surabaya, 9 Februari 1938. Terlahir dari keluarga musikal. Ayahnya seorang pemain biola dan ketujuh kakaknya yang lain mahir bermain piano, clarinet, bass, dan drums.
Dari usia yang sangat belia ( 5 tahun ) beliau telah mulai belajar piano pada seorang Italia yang bernama Mr. Dulicia. Kemudian dilanjutkan dengan berguru pada seorang pianis dari Swis, Mr. Joseph Brodmer. Pada akhirnya jazz benar-benar menariknya lebih serius menekuninya, hingga harus memperdalam di Wesco School of Music, New York, dan menggali wawasannya dengan bermain bersama tokoh-tokoh musik dunia. Beliau saat ini masih aktif mengajar di banyak tempat di Indonesia dan tidak lelah tampil di berbagai even musik nasinal maupun internasional. Bubi Chen adalah panutan dan dianggap sebagai ‘suhu’ bagi para musisi jazz di Indonesia.

WALDJINAH
Ratu Kembang Kacang dan Si Walang Kekek. Julukan tersebut sangat melekat pada Ibu Wldjinah. Perempuan asli Solo yang lahir pada 7 November 1945 ( 61 tahun ) ini tetap menyimpan pesonany, suara, dan penampilannya tetap prima. Kesetiannya pada musik keroncong telah pula menorehkan banyak prestasi.
Sejumlah penghargaan telah diberikan kepadnya baik dari dalam maupun luar negeri. Ini adalah bukti bahwa beliau adalah sosok yang patut direladani. Hingga saat ini Wldjinah adalah ‘kiblat’nya para penyanyi keroncong perempuan. Bahkan sejumlah kalangan menyebutnya si Ratu Keroncong.

DAENG SOETIGNA
Daeng Soetigna adalah tokoh yang gigih dan berjiwa pengabdi. Beliau adalah seorang guru yang hingga akhir hayatnya terus mengadikan diri pada dunia pendidikan. Lahir di Bandung, 8 April 1948. angklung alat musik tradisional Jawa Barat ini telah membuat namanya dikenal luas hingga ke mancanegara. Beliau telah berhasil mengmbangkan musik Angklung dan menyebarluaskannya melalui pendidikan dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Prestasi luar biasa ini membuahkan banyak penghargaan baginya. Terutama penghargaan dari Pemda Jawa Barat, karena beliau telah dianggap sebagai ‘Pahlawan Seni Tradisi’ Jawa Barat.
sumber: http://www.pappri.or.id

Penerima NBMI 2005 (Utama)

Alm. Gombloh (Sujarwoto)
Seorang Komposer Troubador yang karyanya dapat menembus segala lapisan masyarakat. Dan lagu Kebyar-kebyarnya menjadi second line setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dengan gayanya yang spontan dan penampilannya yang khas, beliau telah merebut hati masyarakat penikmat musik Indonesia dari berbagai generasi.

Penerima NBMI 2005 (PAPPRI)

Jawa Barat
Alm. Harry Rusli
Tokoh, pengamat & kritikus musik dan seorang dosen salah satu Sekolah Tinggi Seni di Bandung. Pendiri DKSB (Depot Kreasi Seni Bandung) dan RMHR (Rumah Musik Harry Rusli) dan pembina musisi jalanan.

Sumatera Barat
Dr. Ir. H. Agusli Taher MS
agusli-taher-menerima-anugrah-nbmi-2005-1.jpgPencipta lagu Minang, musisi & produser. Aktif sejak 1966 s/d sekarang. Juara Festival Lagu Minang tahun 1982, 1983 & 2000. Penerima HDX Awards 1995, Penghargaan Gubernur Sumatera Barat (Citra Musik) 1998 dan 2004.

Jawa Tengah
Alm. Kinarto Sabdo
Seorang dalang mumpuni, pencipta lagu & penata musik karawitan yang handal. karya lagunya berjumlah ratusan, diantaranya: Prahu Layar, Gambang Suling & Kelinci Ucul.

Nusa Tenggara Timur
Alm. Pupuk Norobe
Beliau adalah penemu alat musik Sasando. Seorang tokoh besar di wilayah NTT. banyak orang tidak mengenal beliau, padahal alat musik sasando dikenal bukan hanya di Indonesia tetapi juga di banyak negara.

Jawa Timur
A. Malik B.Z
Pencipta lagu-lagu Melayu diantaranya Keagungan Tuhan, Perintis Musik Melayu sejak tahun 1960’an. Penata musik & guru musik. Pemain Accordeon yang piawai. Masih aktif bermusik sampai sekarang.

Sulawesi Utara
Alm. Nelwan Katuuk
Beliau adalah seorang tuna netra yang mengembangkan ensembel musik kolintang dengan menerapkan nada-nada Chromatic Diatonic.

Maluku Utara
Abdullah Han / Buya Han
Lulusan sekolah musik di Belanda. Baca, tulis not balok & angka. Lagu ciptaannya ‘Saro-Saro’ jadi lagu adat acara adat bagi masyarakat Muslim dan non Muslim di Maluku Utara.

Sumatera Selatan
H. Korie Ali
Beliau adalah seorang tokoh besar musik tradisional. Pencipta lagu yang produktif, lebih dari 40 lagu tradisional telah dibuatnya, salah satu lagu yang terkenal adalah “Kabile-bile” tahun 1962.

Maluku
Pdt. Christian I. Tamaela, M.Th, C.M<BR> Pencipta lagu ‘Tanggo Alor’ yang mengisahkan hasil laut Maluku dan beberapa lagu lainnya. Penulis puisi, buku-buku musik dll. Sarjana Musik Gereja dari Asian Institute for Liturgi and Music di Philipina. Aktif mengikuti seminar-seminar musik baik di dalam maupun di luar negeri.
sumber: www.pappri.or.id

Penerima NBMI 2004

Alm. Ibu Sud
(Sukabumi, 26 Maret 1980)
Sarijah Bintang Soedibyo adalah nama panjangnya. Piawai bermain biola dan mencipta lagu. Karya lagunya: Tanah Airku, Berkibarlah Benderaku, Menanam Jagung, Burung Kutilang, dll. Beliau juga seorang pendidik, mengajar di berbagai HLS di Jakarta (1925-1941).

Amir Pasaribu
(Siborong-borong, 21 Mei 1915)
Beliau adalah seorang komponis, masuk dalam golongan perintis musik serius modern Indonesia. Beliau juga adalah seorang Essayist.

Alm. Said Efendi
Beliau adalah seorang pelantun lagu-lagu Melayu, sekaligus seorang pencipta lagu dalam genre musik Melayu. pada tahun 1960-an, muncul seorang Said Efendi, yang berhasil mengembangkan supremasi iraman Melayu dari Malaysia ke Indonesia setelah sebelumnya Malaysia merebut supremasi lagu-lagu Melayu tersebut di negara itu. Karya lagunya: Bahtera Laju, Timang-Timang, Fatwa Pujangga.

Suka Hardjana
(Wonosari, Yogyakarta, 17 Agustus 1940)
Seorang Komponis, Pengajar & Kolumnis. Pendidikan terakhirnya adalah di Akademi Musik Detmold, Jerman Barat (1969), Bowling Green State University, AS (1980), Art Management di FEDAPT, AS (1983). Pengabdiannya dalam dunia musik Indonesia sampai hari ini dapat kita lihat dalam karya-karya tulisnya yang kritis tapi obyektif di berbagai majalah terkemuka di Indonesia.

Pak Cokro (KRT Wasitodiningrat)
Pencipta tembang gending, pendidik & pengajar karawitan. pak Cokro mengajar di 14 negara. Guru dan Maestro gamelan Jawa. Cokro Wasitodiningrat, biasa dipanggil Pak Cokro, genap berusia 100 tahun menurut perhitungan kalender Jawa. masyarakat Karawitan jawa (The Society of Javanesse Gamelan Music) bahkan untuk memperingatinya menggelar konser beliau pada tanggal 17 Juli 2004 di Purna Budaya, Yogyakarta. nama pak Cokro lebih dikenal di manca negara karena beliau mengajar di berbagai Perguruan Tinggi bergengsi di 14 negara seperti UCLA, MIT dan sebagainya, sehingga murid-muridnya tersebar di seluruh dunia.
sumber: http://www.pappri.or.id




Maret 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai