| Penerima NBMI 2005 (Utama)
Alm. Gombloh (Sujarwoto)
Seorang Komposer Troubador yang karyanya dapat menembus segala lapisan masyarakat. Dan lagu Kebyar-kebyarnya menjadi second line setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dengan gayanya yang spontan dan penampilannya yang khas, beliau telah merebut hati masyarakat penikmat musik Indonesia dari berbagai generasi.
Penerima NBMI 2005 (PAPPRI)
Jawa Barat
Alm. Harry Rusli
Tokoh, pengamat & kritikus musik dan seorang dosen salah satu Sekolah Tinggi Seni di Bandung. Pendiri DKSB (Depot Kreasi Seni Bandung) dan RMHR (Rumah Musik Harry Rusli) dan pembina musisi jalanan.
Sumatera Barat
Dr. Ir. H. Agusli Taher MS
Pencipta lagu Minang, musisi & produser. Aktif sejak 1966 s/d sekarang. Juara Festival Lagu Minang tahun 1982, 1983 & 2000. Penerima HDX Awards 1995, Penghargaan Gubernur Sumatera Barat (Citra Musik) 1998 dan 2004.
Jawa Tengah
Alm. Kinarto Sabdo
Seorang dalang mumpuni, pencipta lagu & penata musik karawitan yang handal. karya lagunya berjumlah ratusan, diantaranya: Prahu Layar, Gambang Suling & Kelinci Ucul.
Nusa Tenggara Timur
Alm. Pupuk Norobe
Beliau adalah penemu alat musik Sasando. Seorang tokoh besar di wilayah NTT. banyak orang tidak mengenal beliau, padahal alat musik sasando dikenal bukan hanya di Indonesia tetapi juga di banyak negara.
Jawa Timur
A. Malik B.Z
Pencipta lagu-lagu Melayu diantaranya Keagungan Tuhan, Perintis Musik Melayu sejak tahun 1960’an. Penata musik & guru musik. Pemain Accordeon yang piawai. Masih aktif bermusik sampai sekarang.
Sulawesi Utara
Alm. Nelwan Katuuk
Beliau adalah seorang tuna netra yang mengembangkan ensembel musik kolintang dengan menerapkan nada-nada Chromatic Diatonic.
Maluku Utara
Abdullah Han / Buya Han
Lulusan sekolah musik di Belanda. Baca, tulis not balok & angka. Lagu ciptaannya ‘Saro-Saro’ jadi lagu adat acara adat bagi masyarakat Muslim dan non Muslim di Maluku Utara.
Sumatera Selatan
H. Korie Ali
Beliau adalah seorang tokoh besar musik tradisional. Pencipta lagu yang produktif, lebih dari 40 lagu tradisional telah dibuatnya, salah satu lagu yang terkenal adalah “Kabile-bile” tahun 1962.
Maluku
Pdt. Christian I. Tamaela, M.Th, C.M<BR> Pencipta lagu ‘Tanggo Alor’ yang mengisahkan hasil laut Maluku dan beberapa lagu lainnya. Penulis puisi, buku-buku musik dll. Sarjana Musik Gereja dari Asian Institute for Liturgi and Music di Philipina. Aktif mengikuti seminar-seminar musik baik di dalam maupun di luar negeri.
sumber: www.pappri.or.id
Penerima NBMI 2004
Alm. Ibu Sud
(Sukabumi, 26 Maret 1980)
Sarijah Bintang Soedibyo adalah nama panjangnya. Piawai bermain biola dan mencipta lagu. Karya lagunya: Tanah Airku, Berkibarlah Benderaku, Menanam Jagung, Burung Kutilang, dll. Beliau juga seorang pendidik, mengajar di berbagai HLS di Jakarta (1925-1941).
Amir Pasaribu
(Siborong-borong, 21 Mei 1915)
Beliau adalah seorang komponis, masuk dalam golongan perintis musik serius modern Indonesia. Beliau juga adalah seorang Essayist.
Alm. Said Efendi
Beliau adalah seorang pelantun lagu-lagu Melayu, sekaligus seorang pencipta lagu dalam genre musik Melayu. pada tahun 1960-an, muncul seorang Said Efendi, yang berhasil mengembangkan supremasi iraman Melayu dari Malaysia ke Indonesia setelah sebelumnya Malaysia merebut supremasi lagu-lagu Melayu tersebut di negara itu. Karya lagunya: Bahtera Laju, Timang-Timang, Fatwa Pujangga.
Suka Hardjana
(Wonosari, Yogyakarta, 17 Agustus 1940)
Seorang Komponis, Pengajar & Kolumnis. Pendidikan terakhirnya adalah di Akademi Musik Detmold, Jerman Barat (1969), Bowling Green State University, AS (1980), Art Management di FEDAPT, AS (1983). Pengabdiannya dalam dunia musik Indonesia sampai hari ini dapat kita lihat dalam karya-karya tulisnya yang kritis tapi obyektif di berbagai majalah terkemuka di Indonesia.
Pak Cokro (KRT Wasitodiningrat)
Pencipta tembang gending, pendidik & pengajar karawitan. pak Cokro mengajar di 14 negara. Guru dan Maestro gamelan Jawa. Cokro Wasitodiningrat, biasa dipanggil Pak Cokro, genap berusia 100 tahun menurut perhitungan kalender Jawa. masyarakat Karawitan jawa (The Society of Javanesse Gamelan Music) bahkan untuk memperingatinya menggelar konser beliau pada tanggal 17 Juli 2004 di Purna Budaya, Yogyakarta. nama pak Cokro lebih dikenal di manca negara karena beliau mengajar di berbagai Perguruan Tinggi bergengsi di 14 negara seperti UCLA, MIT dan sebagainya, sehingga murid-muridnya tersebar di seluruh dunia.
sumber: http://www.pappri.or.id |